Jumat, 03 Januari 2014

makalah perkembangan anak

BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang
            Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dandapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per-kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksidengan lingkungannya.Biasanya perkembangan anak diikuti pertumbuhan sehingga lebihoptimal dan tergantung pada potensi biologik seseorang. Potensi tersebutmerupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan bio – fisiko – psiko – social dan perilaku. Proses yangunik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan ciri tersendiri pada setiap anak.

1.2     Perumusan Masalah
            Latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:“Aspek-aspek dalam perkembangan anak?.”

1.3     Tujuan
Tujuan Umum :“Untuk mengetahui perkembangan anak.”
Tujuan Khusus :1. Untuk mengidentifikasi perkembangan anak.
2. Untuk mengetahui perkembangan kreativitas.
3. Untuk mengidentifikasi pengertian atau pemahaman anak.
4. Untuk mengetahui perkembangan moral anak.
5. Untuk mengetahui kedisiplinan anak


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Perkembangan Kreativitas
2.1.1 Pengertian
            Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda entah sifatnya masih imajiner (gagasan) atau sudahdiekspresikan dalam bentuk suatu karya. Karya disini tidak hanya bentuk suatu benda tapi dapat juga berupa berpaduan warna, detail.Disamping itu pemikiran berbeda namun masih dapat diterangkandengan penalaran atau logika juga disebut Kreativitas. Ide-ide yangcemerlang atau kecerdasan yang tinggi disebut juga sebagai kre-ativitas. Kreativitas sifatnya bawaan namun berkembangnya butuhadanya kesempatan dari lingkungan atau butuh pengetahuan yang banyak tentang segala hal dari lingkungan. Kreativitas adalah ke-giatan otak yang teratur, komperehensif, dan imajinatif menuju suatuhasil yang orisinil sehingga inovatif dari pada sekedar reproduktif.Kreativitas adalah lawan dari tingkah laku “conformitas”.

2.2.2 Hambatan Kreativitas
1. Hambatan eksplorasi.
2. Keterbatasan waktu untuk berbuat sesuka hati.
3. Keharusan selalu sama (conform).
4. Keterbatasan untuk berkhayal
5. Peralatan bermain yang sangat tersruktur.
6. Orang tua yang konservaif 
7. Orang tua yang terlalu melindungi
8.Orang tua otoriter.
9. Disiplin sekolah yang kaku.
10. Tekanan yang kuat pada proses menghafal.
11. Menekankan prestasi akademik yang berlebihan


2.2 Perkembangan Pengertian / Pemahaman
2.2.1 Pengertian
            Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkapsifat, arti atau keterangan tentang sesuatu. Dapat juga diartikansebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehinggamuncul konsep-konsep.Macam konsep yang dimiliki anak-anak antara lain :
1.    Konsep tentang hidup atau mati.
Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang ber-gerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan ataumanusia adalah hidup. Mati adalah pergi jauh.
2.    Konsep tentang letak dan fungsi tubuh
Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atauhati. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perutdengan cara operasi.
3.    Konsep tentang hubungan sebab-akibat
Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapatdipahami daripada sebab yang sifatnya psikis.
4.    Konsep tentang waktu
Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi, lusa,kapan, kemarin dulu.
5.    Konsep tentang jarak 
6.    Konsep tentang bilangan
Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannyanamun untuk puluhan belum.
7.    Konsep tentang uang
Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang, perhatiandari orang lain, dan pengendali perilakunya.
8.    Konsep tentang keindahan
Menganggap indah warna yang menyolok
9.    Konsep diri
Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari peni-laian orang lain terhadap dirinya.
10.  Konsep tentang peran sexe (jenis kelamin)
Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki haruskuat atau suka menolong.

2.3 Perkembangan Moral
2.3.1 Pengertian
            Perkembangan moral yang berhasil dapat dilihat dari perilakumoral, sedangkan yang gagal dilihat dari perilaku amoral dan perilaku tidak bermoral. Perilaku moral adalah perilaku yang sesuaidengan harapan masyarakat atau sosial yang berkaitan dengan tatacara, kebiasaan atau adat-istiadat. Perilaku moral adalah perilakuyang tidak sesuai dengan harapan masyarakat disebabkan karenaacuh atau tidak memahami aturan masyarakat. Sedangkan perilakutidak bermoral adalah tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapanmasyarakat sebagai akibat dari ketidaksetujuannya terhadap aturanmasyarakat atau bentuk protes terhadap masyarakat (sengajamelanggar).

2.3.2 Tahapan Perkembangan Moral
Menurut Piaget tahapan perkembangan moral anak meliputi :
1.    Ketaatan otomatis.
2.    Pemahaman moral berkaitan dengan situasi tertentu (operasionalformal)

Menurut Kholgerg tahapan perkembangan moral anak meliputi :
1.    Moralitas Prakonvensional
-----------> Kendali eksternal

2.    Moralitas Konvensional
-----------> Motivasinya hanya untuk kesesuaian (conformity)

3.    Moralitas Pascakonvensional
-----------> Moral penuh pertimbangan berdasar situasi, menguntungkan atau merugikan, membahayakan, dll.

2.3.3 Cara Memperoleh Perangkat Moral
1.    Trial – Error 
2.    Pendidikan langsung
3.    Indentifikasi (belajar dari model)

2.4 Kedisiplinan
2.4.1 Pengertian
            Kedisiplinan adalah perilaku sedemikian rupa sehinggaindividu dapat sesuai dengna perannya yang sesuai dengan ketetapansocial budaya, atau proses belajar berperilaku dengan suka fela untuk mengikuti pemimpin.

2.4.2 Manfaat Disiplin
1.    Memberi rasa aman anak dengan memberitahu apa yang bolehdan apa yang tidak boleh.
2.    Disiplin membimbing anank sesuai dengan standard kelompok,sehingga membantu anak untuk menghindari rasa bersalah atausara malu.
3.    Disiplin akan membantu anak dalam mendapatkan penilaianyang baik dari lingkungan sehingga akan menguatkan konsep diriyang positif.
4.    Membantu anak dalam mencapai tujuan atau cita-citanya.
5.    Disiplin membantu anak dalam mengendalikan perilaku dan mengembangkan hati nurani.

2.4.3 Cara Membentuk Kedisiplinan
1.    Otoriter 
2.    Demokarasi beri kesempatan (biarkan) ketika berkaryaatau mengerjakan sesuatu. penghargaan atau pujian untuk tingkah lakudisiplin atau tingkah laku baik


Kesimpulan :
-          Agar kreativitas berkembang , beri kesempatan (biarkan) ketika berkarya atau mengerjakan sesuatu.
-          Agar kepribadian dan moral baik, beri rasa aman, penuh pene-rimaan, dan didengar perkataannya pertanyaanya. Beri contohtentang tingkah laku moral yang baik karena melihat tingkah lakuorang yang menjadi figure adalah paling efektif bagi perkem- bangan moral anak-anak.
-          Agar disiplin, tuntutlah dia agar berperilaku sesuatu aturan,keharusan, beri hukuman psikologis atau sosial bersikap otoriater ketika dia melanggar sambil diberi pengertian.
-          Agar mempunyai motivasi, beri dorongan, tunjukkan kemam- puannya, beri pujian bila hampir berhasil, bantu mengerjakan bersama (pada awal-awal saja) tugas yang sulit.

            Jadi setiap hari orang tua atau pendidik harus menerapkan empat perlakuan secara proporsional yaitu 25% : Menuntut, 25% : Memberirasa aman, 25% : Mendorong , dan 25% : Membiarkan.Tidak boleh memberi perlakuan sehari-hari hanya dengan menuntutsaja, membiarkan saja, menyayang atau memanjakan saja, ataumemuji terus. Harus merupakan perlakuan silih berganti antaramenuntut,, membiarkan, memberi rasa aman, dan mendorongtergantung waktu, jenis aktivitas anak, dan aspek apa yang akan kita bentuk.Bila anak sedang menggambar atau berkarya sedangkan pendidik menginginkan munculnya kreativitas maka biarkan. Bila anak nakal dan melanggar hak-hak temanya maka pendidik harus tegas menuntut dia untuk disiplin tidak mengulangi perbuatannya.

Bila anak menangis karena cemas ditinggal orangtuanya, manjadikorban kenakalan teman, dan kelelahan makaberilah rasa aman.
Bila anak mulai tidak semangat, lamban, tidak percaya diri, maka beridorongan


BAB III
PENUTUP


3.1   Saran
3.1.1 Bagi Orang Tua
            Pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak terutamadalam perkembangan otak, sehingga anak bisa menjadi lebih pintar.Hal yang juga perlu diperhatikan adalah pemberian asupan makanan bagi anak dan perhatian penuh terhadap perkembangan otak.

3.1.2 Bagi Penyusun
            Penyusun diharapkan lebih mampu untuk mencari literatur darisumber lain agar makalah lebih komplit.

3.2 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan dapatdiambil kesimpulan sebagai berikut : “Perkembangan berkaitan dengan fungsi organ atau individu sehingga dapatdigunakan dengan baik.”


DAFTAR PUSTAKA


Taslim S.T, Perkembangan Psikomotorik pada Bayi dan Anak, Seminar dan Pelatihan Sehari : Pencatatan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita, Bag.Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Jakarta: 8 Februari 1993.2.

Moersintowarti BN. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dan Remaja, Buku Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak FK. UNAIR, No. 12.1985P-24.3.

Soetjiningsih.Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak . FK UNUD, Denpasar. 19874.